
Baru-baru ini, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan sekelompok anak muda yang membangunkan sahur dengan cara berjoget diiringi musik DJ, mirip dengan suasana klub malam. Video ini memicu reaksi beragam dari netizen, terutama karena kegiatan ini melenceng dari tradisi sahur yang sudah lama ada.
Tradisi Sahur yang Sudah Turun-Temurun
Membangunkan sahur adalah salah satu tradisi penting dalam budaya Indonesia selama bulan Ramadan. Tradisionalnya, pemuda-pemuda akan berkeliling kampung atau menggunakan pengeras suara di masjid untuk mengingatkan warga sekitar bahwa waktunya untuk sahur sudah tiba. Biasanya, mereka juga menyelipkan lagu-lagu religi yang bernuansa Islami atau melakukan kegiatan kreatif yang memberikan semangat bagi yang menjalankan ibadah puasa.
Contohnya adalah pemuda di Jambi yang membangunkan sahur dengan alunan musik orkestra, atau di Pekalongan yang menggunakan konsep drum band yang menarik perhatian banyak orang. Di Kalimantan Selatan, tradisi ini dikenal dengan nama bagarakan.
Perubahan Tradisi: Dari Bagarakan ke Pesta DJ
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan dalam cara membangunkan sahur, seperti yang terlihat dalam video viral ini. Alih-alih menggunakan musik religi, sekelompok anak muda di Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memilih untuk berjoget dengan alunan musik DJ yang diiringi dengan lampu kerlap-kerlip, seperti suasana yang biasanya ditemukan di tempat hiburan malam. Beberapa anak terlihat mengangkat tangan tinggi-tinggi menikmati musik tersebut.
Aksi ini menuai kecaman, terutama karena mengabaikan tradisi yang telah ada dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih mengarah ke hiburan malam. Hal ini juga diperparah dengan fakta bahwa mereka sempat memblokir jembatan dan mengabaikan kendaraan lain yang melintas, menyebabkan gangguan pada ketertiban umum.
Fakta Seputar Video Viral
Setelah melakukan penelusuran, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa video yang beredar bukanlah kejadian baru, melainkan rekaman lama yang diunggah ulang pada momentum Ramadhan tahun ini. Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Meilki Bharata, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres HSU, AKP Sulkani, S.H., mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Video yang beredar bukan kejadian baru, melainkan rekaman lama yang kembali diunggah pada momentum Ramadhan tahun ini,” ujar AKP Sulkani.
Reaksi Masyarakat dan Imbauan dari Pihak Kepolisian
Meski kejadian tersebut sudah terjadi beberapa waktu lalu, video ini kembali memicu kemarahan banyak netizen. Banyak komentar yang beredar di media sosial, salah satunya dari akun @ram** yang menyatakan, “Dalih-dalih bangunin sahur, padahal pada pengen dugem.” Ada juga yang mengkritik, seperti komentar dari akun @alk**, “Ga cocok bro, ini bulan ramadhan malah di setelin lagu dj.”
Pihak kepolisian pun mengimbau agar kegiatan seperti ini tidak dilanjutkan karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, patroli keamanan di berbagai area rawan terus diperkuat selama bulan Ramadan untuk memastikan ketertiban dan keamanan.
Mengembalikan Tradisi Sahur dengan Cara yang Positif
Penting untuk diingat bahwa sahur adalah waktu yang penuh berkah bagi umat Islam yang sedang berpuasa. Meskipun kreativitas dalam membangunkan sahur sangat dianjurkan, sebaiknya dilakukan dengan cara yang lebih mendidik dan tidak merusak suasana Ramadan yang khusyuk. Oleh karena itu, generasi muda sebaiknya lebih bijak dalam memilih cara yang tepat dan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya.